Besarnya proporsi pemilih muda tersebut, menurut dia, menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Zigo mengatakan AMPI perlu mengembangkan kaderisasi melalui tiga pilar utama, yakni kepemimpinan gagasan, pengalaman langsung di tengah masyarakat, serta jalur pengembangan talenta kepemimpinan yang profesional dan berintegritas.
Pada pilar kepemimpinan gagasan, kader didorong memahami berbagai isu strategis, seperti ekonomi digital, kewirausahaan, ketahanan pangan, transisi energi, dan pembangunan daerah, serta mampu menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data.
Sementara itu, pengalaman langsung di masyarakat dapat dibangun melalui keterlibatan kader dalam pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan kewirausahaan muda, kegiatan sosial, serta penyelesaian persoalan konkret di daerah.
Adapun pengembangan talenta kepemimpinan dilakukan melalui pendampingan mentor, pelatihan berkelanjutan, dan pemberian kesempatan kepada kader untuk mengemban tanggung jawab sesuai kapasitas dan rekam jejaknya.