Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan kemampuan berpikir kritis bagi kader muda di tengah meningkatnya penggunaan internet. Menurut Zigo, AMPI perlu mendorong kader menjadi produsen gagasan yang mampu mengubah aspirasi masyarakat menjadi program yang terukur, bukan sekadar konsumen informasi.
Zigo menambahkan, kekuatan Partai Golkar tidak hanya ditentukan oleh sejarah dan pengalaman politiknya, tetapi juga oleh kemampuannya menyiapkan generasi penerus yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam refleksi Sumpah Pemuda tersebut, ia menekankan bahwa keberhasilan AMPI tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi, jumlah kegiatan, atau mobilisasi politik, melainkan dari kualitas pemimpin yang dilahirkan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Ia berharap AMPI dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berani berpikir, mampu bekerja sama, serta siap mempertanggungjawabkan amanah untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.