Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan pada rantai distribusi. Ia menuding keberadaan perantara atau middleman menjadi salah satu penyebab ketimpangan harga tim redaksi produsen dan konsumen.

"Itu harganya Rp 20 ribu, telur dengan ayam hari ini. Harusnya Rp 26 ribu. Tapi di ujung, Rp 40 ribu, Rp 50 ribu. Yang middleman ini harus dibereskan," tegasnya.

Amran mengaku telah menyurati Kapolri untuk menindak pihak-pihak yang diduga mempermainkan harga pangan. Ia menegaskan praktik tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena merugikan produsen maupun konsumen.

"Ini negeri kita kalau begini terus, nggak beres, Pak Mendagri. Ini harus, ini mafia ini nggak boleh dikasih ruang. Jadi yang demo adalah produsen, konsumen juga demo, dua-dua demo. Terus di mana kita? Inilah pemerintah. Maaf, Pak Mendagri, kami sudah menyurat ke Kapolri, surat. Ini harus ditindak," katanya.