Mendapati kejadian itu, SAW berupaya menenangkan istrinya yang menangis histeris. Dia lalu menggendong Z untuk melihat kondisinya lebih dekat dan kaget melihat kondisi anaknya tersebut karena menemukan sejumlah indikasi luka penganiayaan hingga tali sepatu di lehernya.
"HasilΒ autopsi di Polda Jawa Timur juga ada cairan sabun colek di lambung anak saya," kata SAW.
SAW menyebut warga sekitar hanya berkumpul dan berkerumun tanpa memberikan pertolongan. Hingga kemudian seorang warga menolong dengan ikut membawa Z bersama orang tuanya ke rumah sakit terdekat. Sayangnya setelah 15 menit tiba, Z dinyatakan meninggal dunia pada 09.45 WIB.
SAW menyatakan dirinya memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang ada di rumahya. Ia kemudian melihat dua bocah anak tetangganya yang masih di bawah 11 tahun, keluar-masuk ke kediamannya secara bergantian pada pukul 08.15 hingga pukul 08.47 WIB, pada hari ketika anaknya ditemukan tewas.
"Artinya, anak saya [diduga] disiksa selama kurang lebih 12 menit. Selang 5 menit kemudian, salah satu pelaku masuk kembali sendirian dari jam 08.37 WIB sampai jam 08.47 WIB," tuding SAW.
Ia menduga, kedua bocah itulah yang melakukan perbuatan perundungan hingga menyebabkan Z meninggal dunia. Apalagi buah hatinya itu adalah anak disabilitas yang sehari-harinya menggunakan kursi roda dan terbatas geraknya.