NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, menyoroti kasus perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus di Surabaya hingga meninggal dunia. Ia mempertanyakan peran orang tua terduga pelaku di sana.
"Saya sangat prihatin dan berduka atas peristiwa ini. Tidak seharusnya ada anak yang kehilangan nyawa dalam situasi yang diduga berkaitan dengan perundungan. Apalagi, anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian, perlindungan, dan penerimaan dari lingkungan sekitarnya," ujar Nihayatul kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Ninik, dugaan keterlibatan anak-anak berusia di bawah 12 tahun harus menjadi bahan evaluasi bersama terkait pola pengasuhan, pendidikan karakter, pengawasan, dan lingkungan sosial tempat anak tumbuh. Persoalan ini tidak cukup dipandang sebagai kenakalan anak semata.
"Ketika anak-anak seusia itu diduga terlibat dalam tindakan yang berakibat sangat serius, kita harus bertanya, di mana peran orang tua, bagaimana pengawasan di sekolah, dan nilai-nilai apa yang mereka pelajari dari lingkungan sehari-hari? Ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan agar kita berani melakukan evaluasi bersama," ujarnya.
Nihayatul mendesak aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh, objektif, dan transparan, sekaligus memastikan hak-hak korban dan keluarganya terpenuhi. Pendampingan psikologis, kata dia, juga perlu diberikan dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak.