NADIKABAR.COM — Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu (9/9/2026). Erupsi kali ini terekam berlangsung selama 28 detik. Aktivitas vulkanik tersebut kembali menjadi perhatian setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sempat menyebar ke sejumlah wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir.
Dinas Kesehatan Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik. Selain mengganggu kualitas udara, partikel abu dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, mengatakan gangguan yang paling perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi saluran pernapasan.
"Yang paling perlu diwaspadai adalah ISPA dan iritasi saluran pernapasan, terutama batuk, tenggorokan terasa gatal, pilek, sesak atau rasa berat di dada. Pada penderita asma dan PPOK, abu vulkanik dapat menjadi pencetus kekambuhan atau memperberat gejala," kata Vini.