Paparan dalam intensitas tinggi bahkan dapat menimbulkan gangguan yang lebih serius, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, masyarakat tidak hanya diminta memperhatikan gejala ISPA.

"Pada paparan yang berat, terutama pada kelompok rentan, dapat terjadi gangguan pernapasan yang lebih serius termasuk pneumonia. Selain pernapasan, keluhan yang cukup khas adalah iritasi mata dan gangguan kulit," ujarnya.

Menurut Vini, dampak kesehatan akibat abu vulkanik memiliki cakupan yang lebih luas. Dinkes Jabar kini tidak hanya memantau kasus ISPA, tetapi juga sejumlah gangguan kesehatan lain yang berpotensi muncul di wilayah terdampak.

"Kemenkes juga menegaskan bahwa paparan abu vulkanik berintensitas tinggi berisiko menyebabkan ISPA, iritasi mata dan gangguan kulit. Tidak hanya melihat kasus ISPA. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat saat ini memantau gangguan pernapasan, asma/PPOK, iritasi mata, gangguan kulit, cedera dan dampak kesehatan lainnya," ucap dia.