Sementara Flavio, yang berusia 45 tahun, merupakan senator yang kurang dikenal saat Jair menunjuk putra tertuanya itu sebagai ahli waris politik beberapa bulan lalu. Jair Bolsonaro tidak dapat maju capres karena sedang menjalani masa hukuman 27 tahun penjara atas tuduhan upaya kudeta usai kalah dalam pemilu tahun 2022.
Nama besar sang ayah tampaknya masih mampu memikat basis pemilih konservatif di Brasil, dengan Flavio berhasil mengungguli Lula da Silva meskipun kampanyenya diwarnai berbagai skandal dan aksi saling menjatuhkan.
"Saya sungguh senang dengan hasilnya," kata Flavio setelah hasil pemilu diumumkan. Dia menyambut baik "kemungkinan yang sangat nyata" untuk meraih kemenangan dalam putaran kedua nantinya.
Dengan meraup 56 juta suara, pencapaian Flavio pada putaran pertama melampaui perolehan suara ayahnya dalam pemilu tahun 2018 lalu dan tahun 2022 lalu. Menurut Mahkamah Pemilu Braisl, tingkat partisipasi pemilih tercatat sedikit di bawah 79 persen dari total 158.745.502 pemilih terdaftar pada Minggu (4/10) malam.