NADIKABAR.COM — Flavio Bolsonaro, anak mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, secara mengejutkan menempati posisi pertama dan mengungguli kandidat petahana, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dalam pemilu yang digelar negara itu pada Minggu (4/10) waktu setempat.
Namun, pemilu Brasil akan berlanjut ke putaran kedua dalam tiga pekan ke depan, karena tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas pada putaran pertama.
Brasil menggelar pemilu secara serentak dan nasional pada Minggu (4/10) waktu setempat, untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, dan anggota Kongres Nasional atau Parlemen Brasil, juga Gubernur, Wakil Gubernur, dan anggota dewan daerah masing-masing.
Dalam hasil pemilu yang mematahkan prediksi jajak pendapat sebelumnya yang mengunggulkan Lula da Silva, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (5/10/2026), Flavio yang merupakan Senator Brasil ini meraup 47,08 persen suara dan menempati peringkat pertama. Lula da Silva memperoleh 45,10 persen suara.
Angka itu tercatat dengan 99,73 persen suara telah dihitung. Keduanya memiliki selisih lebih dari 2,3 juta suara.
Meskipun unggul atas Lula da Silva, perolehan suara Flavio tidak mencapai ambang batas 50 persen plus satu suara yang sah yang diperlukan untuk meraih kemenangan mutlak. Oleh karena itu, pemilu akan dilanjutkan pada putaran kedua yang dijadwalkan 25 Oktober mendatang.
Jika Flavio kembali unggul atas Lula da Silva dalam putaran kedua nanti, maka Brasil akan mengikuti jejak negara-negara Amerika Latin lainnya yang mengalami pergeseran politik ke arah sayap kanan dalam berbagai pemilu belakangan ini. Tren semacam ini didukung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Trump sebelumnya mengatakan dirinya memantau pemilu Brasil dengan "sangat cermat", namun tidak secara terang-terangan mendukung Flavio Bolsonaro. Ayah Flavio, Jair Bolsonaro, merupakan sekutu Trump.
Hasil pemilu ini juga mencakup rentetan kemenangan telak bagi kubu sayap kanan di parlemen Brasil, yang menjadi pukulan besar bagi Lula da Silva, politisi senior yang berusia 80 tahun yang mengincar masa jabatan keempat demi mengukuhkan warisan politiknya.
"Saya mengakui saya yakin menang pada putaran pertama. Pertandingan baru saja akan dimulai. Di babak tambahan waktu, kami akan memenangkan hati rakyat Brasil," kata Lula da Silva, yang menyebut pemilu Brasil sebagai pertarungan antara demokrasi dan "barbarisme".
Sementara Flavio, yang berusia 45 tahun, merupakan senator yang kurang dikenal saat Jair menunjuk putra tertuanya itu sebagai ahli waris politik beberapa bulan lalu. Jair Bolsonaro tidak dapat maju capres karena sedang menjalani masa hukuman 27 tahun penjara atas tuduhan upaya kudeta usai kalah dalam pemilu tahun 2022.
Nama besar sang ayah tampaknya masih mampu memikat basis pemilih konservatif di Brasil, dengan Flavio berhasil mengungguli Lula da Silva meskipun kampanyenya diwarnai berbagai skandal dan aksi saling menjatuhkan.
"Saya sungguh senang dengan hasilnya," kata Flavio setelah hasil pemilu diumumkan. Dia menyambut baik "kemungkinan yang sangat nyata" untuk meraih kemenangan dalam putaran kedua nantinya.
Dengan meraup 56 juta suara, pencapaian Flavio pada putaran pertama melampaui perolehan suara ayahnya dalam pemilu tahun 2018 lalu dan tahun 2022 lalu. Menurut Mahkamah Pemilu Braisl, tingkat partisipasi pemilih tercatat sedikit di bawah 79 persen dari total 158.745.502 pemilih terdaftar pada Minggu (4/10) malam.