3. Libatkan anak saat menyiapkan makanan
Mengajak anak terlibat dalam urusan makanan mampu membuat mereka lebih tertarik untuk mencobanya. Misalnya yaitu saat berbelanja, biarkan anak memilih bahan makanan yang ingin mereka bawa pulang.
Orang tua juga bisa mengajak anak mengenali makanan tersebut, mulai dari nama, warna, bentuk, aroma, hingga teksturnya. Libatkan juga proses dalam menyajikan makanan sesuai usia anak, seperti mengaduk bahan atau menata potongan sayuran. Saat anak dilibatkan dalam membuat makanan, biasanya anak akan lebih antusias untuk mencicipinya.
Anak yang hanya makan sedikit atau menolak makanan tertentu tidak selalu sedang bermasalah. Hindari untuk memaksa anak menghabiskan makanan atau memarahi anak saat kegiatan makan.
Anak perlu belajar mengenali rasa lapar dan kenyang dari tubuhnya sendiri. Selama anak tumbuh dengan baik, aktif, dan sehat, orang tua tidak perlu langsung panik saat anak tidak menghabiskan makanannya.
5. Sesuaikan porsi dengan usia anak
Ukuran lambung anak kecil tentunya berbeda dengan orang dewasa. Balita memiliki lampung yang lebih kecil sehingga porsi makan mereka juga tidak perlu sebanyak porsi orang dewasa. Berikan porsi makanan bergizi sesuai dengan usia dan kemampuan makan anak. Berikanlah apresiasi kepada anak meskipun mereka hanya menghabiskan sedikit dari makanan tersebut.