NADIKABAR.COM — Anak putus sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, diberikan ruang untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat yang bakal dibangun pemerintah pusat di kabupaten setempat.

"Anak putus sekolah diberi ruang untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara Ainie, Rabu, ketika ditanya menyangkut program Sekolah Rakyat di Penajam.

"Anak putus sekolah itu melalui verifikasi, apakah putus sekolah karena faktor ekonomi atau lainnya," tambahnya.

Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan peninjauan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara di Kelurahan Lawe-Lawe dengan luas 6,7 hektare.

Kementerian PU juga sedang menyelesaikan dokumen perencanaan teknis lengka (detail engineering design/DED) pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Setelah DED rampung, jelas dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara siap melakukan pematangan lahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat bakal memiliki 36 ruang kelas belajar (RKB) yang terbagi untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) 18 RKB serta sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) masing-masing sembilan RKB, serta dilengkapi asrama.

"Sesuai informasi pembangunan fisik Sekolah Rakyat dimulai November 2026, dan diperkirakan selesai Juli atau Agustus 2027," katanya.

Saat ini pemerintah kabupaten melakukan persiapan perekrutan calon peserta didik Sekolah Rakyat yang menyasar anak usia sekolah dari warga kurang mampu, untuk satu kelas jenjang SD, SMP dan SMA diisimasing-masing 30 peserta didik, demikian Ainie.