"Poin kami di sini adalah kami tidak dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program MBG dari pemerintah," ucapnya.
"Hasil penelitian kami yang menemukan poinnya adalah bahwa kekurangan gizi mikro itu adalah fakta yang ditemukan di lapangan dan tidak bisa disamaratakan," sambungnya.
Mengenai sasaran penyampaian rekomendasi kebijakan (policy brief) serta hasil studi riset ini, pihak SEAMEO RECFON mengonfirmasi bahwa diseminasi informasi tidak berhenti di kementerian atau lembaga pemerintah pusat saja.
"Hasil penelitian ini perlu dikomunikasikan sampai ke tingkat kabupaten, bahkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun penting untuk bisa mengetahui isi dari hasil penelitian ini dan mengakses laporan lengkapnya," kata Brian.
Selain disampaikan kepada BGN, Kemenkes, dan Kemendikdasmen hasil riset juga dipaparkan kepada 11 negara anggota SEAMEO di Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari rencana strategis SEAMEO RECFON dalam 5 tahun.