Tekanan terhadap investasi emas semakin diperberat faktor kebijakan moneter AS, seiring pergantian kepemimpinan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) dari Jerome Powell ke Kevin Warsh, yang dikenal cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi, sehingga menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan global.

Pergantian tersebut membuat bursa AS memperketat margin jaminan dan menaikkan spread transaksi, yang berujung pada koreksi tajam harga emas dalam waktu singkat.

Fluktuasi harga emas berlanjut seiring inkonsistensi sinyal kebijakan moneter The Fed, antara potensi kenaikan atau mempertahankan suku bunga.