NADIKABAR.COM — Analis BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto mengungkapkan sejumlah sentimen yang mendorong penguatan atau rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 208,02 poin atau 4,16 persen ke posisi 5.204,63 pada penutupan perdagangan sesi I pada Selasa (20/10).
Sejumlah sentimen itu, menurut dia, di antaranya terkait aksi pembelian kembali (buyback) saham oleh sejumlah emiten hingga sejumlah inisiasi kebijakan otoritas Bursa untuk merespons evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Resistance 5.318-5.400, area ini menjadi target rebound sekaligus pengujian awal untuk menilai kekuatan pemulihan," ujar Helmy dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut Helmy memaparkan berbagai sentimen yang mendorong penguatan IHSG, pertama, sejumlah emiten yang telah menyiapkan dana buyback sehingga berpotensi menopang permintaan saham di tengah volatilitas pasar.
Sentimen kedua yaitu kebijakan BEI yang berencana memperluas keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen dan mengeluarkan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
“Implementasi kebijakan ini menjadi perhatian untuk memulihkan kepercayaan investor,” ujar Helmy.
Ketiga, Ia mengatakan inisiasi Danantara yang siap menambah kepemilikan saham-saham BUMN telah mendukung optimisme terhadap saham-saham bank BUMN, yang turut menjadi motor penguatan IHSG.
Selanjutnya, ke empat yaitu komitmen reformasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah terkait dengan penegakan aturan terhadap dugaan coordinated trading dan peningkatan transparansi yang menjadi katalis sentimen positif.
“Namun, pasar masih menunggu bukti implementasi yang konsisten di tengah konsultasi reklasifikasi Indonesia oleh MSCI,” ujar Helmy.
Data penutupan perdagangan sesi I pada Selasa (20/10) hari ini, IHSG ditutup menguat 208,02 poin atau 4,16 persen ke posisi 5.204,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 31,27 poin atau 6,40 persen ke posisi 519,73.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,63 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 39,30 miliar lembar saham senilai Rp17,13 triliun. Sebanyak 654 saham naik 137 saham menurun, dan 172 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang menguat 6,49 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 4,63 persen dan 4,55 persen.