NADIKABAR.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas saat ini telah mencapai sekitar 80% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga akhir 2026, penerimaan negara dari sektor migas diproyeksikan mencapai 109% dari target.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti mengatakan proyeksi penerimaan yang melampaui target APBN tersebut didorong oleh kenaikan harga Indonesian Crude Price (ICP), yang sempat menembus US$ 100 per barel. Angka itu lebih tinggi dibandingkan asumsi harga minyak dalam APBN sebesar US$ 75 per barel.

Desti memperkirakan harga minyak hingga akhir tahun berpotensi bertahan di kisaran US$ 95-98 per barel. Harga bahkan bisa mencapai US$ 100 per barel jika kondisi geopolitik saat ini berlanjut hingga akhir tahun.