"Dalam namika geopolitik yang berkembang saat ini bahwa ICP secara global yang memberikan dampak terhadap peningkatan penerimaan negara tentunya akan berkontribusi cukup signifikan. Tahun 2026 ini Insyaallah kami berhasil mencetak 109% lebih tinggi daripada target APBN yang telah ditetapkan," ujarnya saat dalam Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Meski demikian, SKK Migas menegaskan kenaikan harga minyak bukan satu-satunya faktor yang dapat diandalkan untuk meningkatkan penerimaan negara. Produksi dan lifting migas juga perlu dioptimalkan agar target penerimaan negara dapat tercapai.
"Tanpa upaya dan strategi komersialisasi yang dilakukan oleh SKK Migas dan kontraktor-kontra kerjasama dan para pemangku kebijakan target penerimaan negara tentunya sulit," ujarnya.