NADIKABAR.COM β€” Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh kombinasi sentimen antara lain penyesuaian portofolio (rebalancing aset), profit taking, dan masih tingginya sikap risk-off investor, kata Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta.

Nafan mengatakan, apabila tekanan jual masih berlanjut dan indeks belum mampu kembali menembus area psikologis 5.000 secara konsisten, maka volatilitas berpotensi tetap tinggi.

β€œSebaliknya, pemulihan yang disertai peningkatan volume transaksi dan akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dapat menjadi indikasi membaiknya kepercayaan pasar,” ujar Nafan saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.

Hingga akhir tahun, Nafan melihat IHSG masih akan menghadapi tantangan untuk membangun momentum pemulihan yang berkelanjutan.

β€œPasar masih membutuhkan katalis positif yang kuat, terutama dari sisi perbaikan kepercayaan investor, stabilitas nilai tukar rupiah, serta konsistensi reformasi pasar modal,” ujar Nafan.

Ia menyebut beberapa sentimen utama yang perlu dicermati investor, yaitu pertama, perkembangan evaluasi MSCI terhadap status pasar modal Indonesia, terutama terkait kemungkinan reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kedua, perkembangan kebijakan regulator mengenai peningkatan free float, transparansi kepemilikan saham, dan kualitas tata kelola emiten.

Kemudian, ketiga, potensi berlanjutnya capital outflow atau net foreign sell yang dapat memberikan tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.