NADIKABAR.COM — Harga keekonomian Pertamax saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per liter. Namun, pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan harga jual Pertamax sebesar Rp15.950 per liter.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan perhitungan harga keekonomian tersebut mempertimbangkan sejumlah komponen. Di antaranya harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, biaya distribusi dan penyimpanan, margin keuntungan, serta pajak.

Dengan komponen tersebut, terdapat selisih tim redaksi harga keekonomian dan harga jual Pertamax yang dibayarkan masyarakat.

"Artinya, dengan harga Pertamax yang masih Rp15.950 per liter, ada selisih sekitar Rp750-Rp900 per liter yang secara ekonomi belum tercermin dalam harga jual," kata Yusuf, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Yusuf, keputusan pemerintah dan Pertamina mempertahankan harga Pertamax pada awal September dapat dipahami sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Dengan kebijakan tersebut, konsumen belum sepenuhnya menanggung kenaikan biaya keekonomian BBM nonsubsidi.

"Menurut saya, keputusan pemerintah dan Pertamina menahan harga Pertamax di awal September ini merupakan pilihan yang cukup sadar untuk menjaga daya beli dan kondisi sosial masyarakat," ujar Yusuf.