NADIKABAR.COM — Perkumpulan Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Indonesia menggelar The 9th Annual Convention of SPK Indonesia di SIS North East Jakarta pada 30 September hingga 2 Oktober 2026. Mengusung tema "Echoes, Voices and Impact: Rooted in Heritage, Empowered by Humanity, Driven by Leadership".

Dalam konvensi tahunan ini ditegaskan pentingnya menjaga karakter, identitas budaya bangsa, dan nalar kritis siswa di tengah gempuran teknologi Artificial Intelligence (AI) serta kurikulum berstandar internasional.

Ketua Panitia Konvensi IX 2026, Rutdiana, bersama Ketua Perkumpulan SPK Indonesia, Fitriyanti, menekankan bahwa penerapan standar global tidak boleh mengikis jati diri peserta didik:

"Sebagai institusi pendidikan, yang tidak boleh terlepas adalah identitas kita, nilai kita, dan kemampuan kita untuk mendengarkan. Anak-anak harus dibekali karakter yang kuat," tegas Rutdiana, dalam keterangan yang diterima NadiKabar.