NADIKABAR.COM — Peringatan HUT Ke-81 TNI menandai pergeseran cara negara membaca ancaman. Medan tugas tentara kini mencakup jaringan internet, ruang informasi, jalur penyelundupan, dan peredaran narkotika.
Di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kepada 3.378 prajurit dari tiga matra bahwa Indonesia sudah diserang melalui siber, disinformasi, dan berita bohong yang bertujuan memecah belah bangsa, mengganggu ekonomi, serta mencuri kekayaan negara.
Presiden menempatkan penyelundupan dalam dua arah sebagai ancaman kedaulatan. Kekayaan yang keluar secara ilegal ia sebut ancaman bagi kedaulatan, sedangkan narkotika yang masuk ia sebut ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa.
Karena bentuk perang tidak lagi selalu fisik, Presiden meminta TNI terus belajar dan berlatih, menguasai teknologi, serta menjadikan prestasi sebagai dasar pembinaan, alih-alih senioritas. Masa damai, dalam pandangannya, adalah waktu untuk menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.