Disinformasi bergerak di jalur yang sama dengan serangan siber, tetapi sasarannya kepercayaan publik. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menemukan 1.674 hoaks dalam kurun 22 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2025. Yaitu sebanyak 341 menyangkut pemerintahan, 166 politik, dan 68 kebencanaan.

Dua pekan sebelum HUT TNI, Komdigi bersama aparat penegak hukum memburu penyebar dokumen palsu yang mencatut nama Menteri Komunikasi dan Digital yang mengabarkan pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026.

Satu dokumen palsu cukup untuk memicu kepanikan, dan dampak semacam itulah yang dimaksud Presiden ketika menyebut upaya membuat Indonesia gaduh.