Karena itu, Andre mendorong keterbukaan data antara pihak terkait dengan konsumen agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan secara adil. Ia juga meminta seluruh komponen kerugian yang dialami konsumen diperhitungkan dalam proses negosiasi.
"Nanti dibuat Posko untuk para konsumen dan pihak Adhi Karya-Danantara bernegosiasi terkait ganti rugi." ujarnya.
Andre Rosiade menegaskan dirinya ingin persoalan LRT City tidak berhenti pada janji penyelesaian. Menurutnya, harus ada kesepakatan tertulis, target, serta jadwal yang dapat menjadi pegangan bagi seluruh pihak.
"Kita cari solusi. Sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subuanti melalui Pak Dasco untuk segera menyelesaikan permasalahan ini," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.
Ia berharap komitmen penyelesaian yang telah disampaikan dapat segera dilaksanakan dan menjadi langkah konkret, sehingga konsumen memperoleh kepastian dan persoalan LRT City dapat dituntaskan paling lambat pada akhir 2026.