NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong Danantara dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk segera menuntaskan proyek LRT sesuai arahan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Andre meminta penyelesaian dilakukan secara konkret dengan target dan tenggat waktu yang jelas.

Hal itu disampaikan Andre ketika audiensi Komisi VI DPR RI yang juga dihadiri oleh Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, Kawendra Lukistian, Direksi PT Adhi Karya, Perwakilan danantara dan Perwakilan Konsumen LRT City. Andre mengatakan penyelesaian persoalan LRT City harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

"Danantara itu kan bukan duit pribadi, tapi duit negara juga. Tentu ada unsur kehati-hatian yang harus dipenuhi oleh Danantara. Karena Good Corporate Governance benar-benar harus dipenuhi," kata Andre dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Menurut Andre, prinsip kehati-hatian tidak boleh membuat persoalan konsumen semakin berlarut. Karena itu, ia mendorong Danantara dan Adhi Karya segera menyepakati langkah penyelesaian yang dapat memberikan kepastian kepada para konsumen.

"Saya ingin ini harus selesai. Saya ingin ada kepastian bahwa ini selesai. Danantara dan Adhi Karya sepakat menyiapkan unit dan refund," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI.

Lebih lanjut, Andre mengusulkan penyelesaian dilakukan secara bertahap. Sejumlah konsumen dapat terlebih dahulu diselesaikan, sementara konsumen lainnya menunggu proses berikutnya dengan batas waktu yang telah disepakati.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra MPR RI itu juga menekankan pentingnya menetapkan tenggat waktu agar konsumen tidak terus berada dalam ketidakpastian. Menurutnya, apabila proses membutuhkan waktu satu hingga dua bulan, maka harus ada tanggal yang jelas sebagai pegangan.

"Kita kasih tanggal. Jadi teman-teman itu tenang menunggu, karena ada tanggal. Kita cari solusi yang menguntungkan semua pihak," kata Andre.

Andre juga menyoroti posisi konsumen yang telah melakukan pembayaran sejak beberapa tahun lalu. Ia menilai berbagai beban yang telah ditanggung konsumen perlu diperhitungkan secara adil dalam proses penyelesaian.

"Kerugian itu harus dihitung supaya kita fair, kami sebagai wakil rakyat menjalankan tugas kami untuk memperjuangkan hak para konsumen" tegasnya.

Karena itu, Andre mendorong keterbukaan data antara pihak terkait dengan konsumen agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan secara adil. Ia juga meminta seluruh komponen kerugian yang dialami konsumen diperhitungkan dalam proses negosiasi.

"Nanti dibuat Posko untuk para konsumen dan pihak Adhi Karya-Danantara bernegosiasi terkait ganti rugi." ujarnya.

Andre Rosiade menegaskan dirinya ingin persoalan LRT City tidak berhenti pada janji penyelesaian. Menurutnya, harus ada kesepakatan tertulis, target, serta jadwal yang dapat menjadi pegangan bagi seluruh pihak.

"Kita cari solusi. Sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subuanti melalui Pak Dasco untuk segera menyelesaikan permasalahan ini," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.

Ia berharap komitmen penyelesaian yang telah disampaikan dapat segera dilaksanakan dan menjadi langkah konkret, sehingga konsumen memperoleh kepastian dan persoalan LRT City dapat dituntaskan paling lambat pada akhir 2026.