"Tetapi semuanya harus dikaji secara benar, sehingga penanganan sungai tetap menjadi prioritas dan pemanfaatannya juga bisa memberikan manfaat bagi daerah," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Dalam peninjauan tersebut, Andre juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas dukungan pemerintah pusat dalam penanganan bencana dan normalisasi sungai di Sumatera Barat.
Andre menilai, pengerukan sedimen dan penguatan sungai membutuhkan dukungan anggaran besar serta koordinasi lintas instansi. Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaksana teknis perlu memastikan setiap pekerjaan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Menteri PU Dody Hanggodo. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran besar untuk pemulihan Sumatera Barat," tutur Andre.
"Sekarang kita melihat pekerjaan berlangsung di lapangan. Kita juga harus berpikir bagaimana penanganan ini bisa memberi manfaat maksimal, termasuk kemungkinan pemanfaatan material sedimen untuk menambah PAD daerah," kata Andre.
Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, menjelaskan pengerukan sedimen Batang Kuranji menghadapi tantangan karena material kembali terbawa ketika banjir terjadi. Reski menyebut sekitar 700 ribu meter kubik material telah dikeluarkan dari alur sungai. Namun, setelah banjir besar pada 10 Oktober 2026, diperkirakan terdapat tambahan sekitar 500 ribu meter kubik sedimen.
"Ketika terjadi banjir, material dari bagian hulu kembali terbawa ke bawah. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan mengeruk sedimen di bagian hilir. Dalam kondisi ideal, kita perlu membangun bangunan pengendali sedimen di bagian hulu supaya material tidak terus terbawa ketika hujan deras," jelas Reski.
Reski menyebut, BWS Sumatera V telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang terkait lokasi penampungan material hasil pengerukan. Dalam paparannya, terdapat 41 titik disposal yang disiapkan untuk mendukung pengelolaan material dan menekan biaya pengangkutan.