Sebelumnya, Andre menyampaikan RSUP M Djamil Padang akan menjemput dan membawa Putri untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.

Ia juga mengapresiasi Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, dr. Dovy Djanas, yang telah merespons aspirasi dan membantu memfasilitasi penanganan Putri.

Andre juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Sumatera Barat. Andre berharap Putri segera mendapatkan penanganan terbaik dan kondisinya dapat membaik.

Di balik kondisi Putri saat ini, tersimpan kisah panjang yang menyisakan kesedihan bagi keluarganya. Kartina (53), ibunda Putri, menceritakan awal mula kejadian tersebut bermula pada 2016. Saat itu, Putri mengantarkan adiknya, Gustian Rasyid Syaka (11), ke puskesmas karena mengalami demam.

Ketika berada di puskesmas, Putri justru mengeluhkan sakit pada bagian perut sebelah kanan. Ia kemudian ikut diperiksa oleh dokter.

Hasil pemeriksaan saat itu, menurut penuturan Kartina, menunjukkan bahwa Putri mengalami usus buntu kronis. Dokter kemudian memberikan rujukan agar Putri menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD dr Rasidin Padang.

Beberapa hari kemudian, Putri dibawa oleh kakaknya, Riky Wahyudi (35), ke RSUD dr Rasidin. Keesokan harinya, keluarga diminta kembali dengan membawa perlengkapan pakaian karena Putri akan menjalani perawatan.

Putri kemudian menjalani operasi. Namun, setelah operasi, Kartina mengaku melihat anaknya mengalami kejang.

Panik melihat kondisi ini, Kartina langsung menemui dokter untuk menanyakan keadaan Putri. Pihak medis berusaha menenangkan dirinya sebelum akhirnya Putri dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Saat berada di RSUP M Djamil, Kartina mengaku mendapat penjelasan dari dokter bahwa kondisi Putri yang tidak sadarkan diri diduga berkaitan dengan kelebihan dosis obat bius.

Keluarga juga diminta memberikan persetujuan untuk pemasangan alat kolostomi. Dalam situasi tersebut, Kartina mengaku hanya bisa pasrah mengikuti proses penanganan medis.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Putri sempat mengalami masa kritis sehingga harus dipindahkan ke ruang HCU.

Beberapa hari kemudian, Putri kembali dibawa oleh pihak RSUD dr Rasidin untuk melanjutkan perawatan. Hingga akhirnya, perawatan dilakukan di rumah dengan pendampingan tim medis secara berkala.