Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR ini mengatakan usulan pembangunan overpass, underpass, drainase, hingga kemungkinan penyesuaian trase perlu dibahas sejak awal. Hal itu, agar dapat dipertimbangkan dalam perencanaan teknis.
"Prinsipnya, kita tidak ingin memaksakan kehendak. Kita ingin mendengarkan masyarakat dan meminimalkan persoalan. Kalau ada masukan yang memungkinkan untuk dilaksanakan, mari kita bahas bersama dan cari jalan keluar terbaik," ujar Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Andre mengatakan Tol Bukittinggi-Sicincin dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas di Sumatera Barat. Jalan tol tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif saat akses utama Padang-Bukittinggi terganggu bencana, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan hasil pertanian serta perkebunan.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro mengatakan kebutuhan lahan untuk rencana trase di wilayah Tanah Datar diperkirakan mencapai 179,8 hektare yang terbagi dalam lebih dari 1.100 bidang. Dia mengatakan masukan masyarakat mengenai bidang tanah, akses penghubung, drainase, dan kebutuhan infrastruktur lainnya menjadi bahan penting dalam penyempurnaan perencanaan.