Kelima indikator tersebut dinilai dapat memberikan gambaran apakah kawasan industri benar-benar menciptakan aktivitas ekonomi atau hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan.
Hendry juga menekankan perlunya memperkuat keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) serta pelaku usaha lokal dalam rantai pasok kawasan.
Ia mengatakan manfaat ekonomi kawasan tidak seharusnya hanya berputar di perusahaan besar, tetapi juga menciptakan hubungan ekonomi dengan pelaku usaha di daerah.
"Kawasan industri harus menghasilkan nilai tambah, bukan hanya menjadi tempat berdirinya industri,” ujarnya.
Selain rantai pasok, Panja menyoroti efisiensi dan daya saing kawasan yang mencakup kualitas infrastruktur, utilitas, konektivitas menuju pelabuhan dan pusat distribusi, biaya logistik, serta kepastian pelayanan bagi investor.