Karmila Sari juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan perusahaan-perusahaan perkebunan di Rokan Hilir untuk membuka peluang kerja sama, terutama dalam mendukung praktik mahasiswa dan penyerapan lulusan.

Ia berharap perusahaan di sektor sawit maupun migas dapat mengambil bagian dalam pengembangan kampus, sehingga pendidikan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain mendorong pembangunan kampus, Karmila Sari juga menaruh perhatian pada persoalan pembiayaan pendidikan.

Selain itu, ia menyebutkan terdapat berbagai peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, termasuk program beasiswa yang berkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit. Beasiswa tersebut memiliki skema bantuan yang dapat mencakup biaya pendidikan hingga biaya hidup, sesuai ketentuan program.

Karmila Sari berharap peluang beasiswa dapat disosialisasikan secara luas agar semakin banyak anak muda Rokan Hilir memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk ikut memperkenalkan Politeknik Mulia Rokan kepada calon mahasiswa, tidak hanya di Rokan Hilir, tetapi juga daerah lain di sekitarnya.

"Kita ingin semakin banyak anak-anak yang bisa kuliah. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak ikut menyosialisasikan Politeknik Mulia Rokan agar kampus ini terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rokan Jaya Bermarwah, Yulizar menjelaskan bahwa pendirian Politeknik Mulia Rokan didasarkan pada potensi ekonomi daerah yang sangat besar, khususnya perkebunan kelapa sawit dan industri migas.

Menurutnya, pendidikan vokasi dipilih karena memiliki pendekatan pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada praktik. Dengan komposisi pembelajaran yang dirancang sekitar 60 persen praktik, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan teknis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.

Ia menegaskan politeknik tersebut tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga tenaga profesional yang siap berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Yayasan juga mengembangkan pendidikan karakter dengan menanamkan disiplin, tanggung jawab, ketangguhan mental, dan profesionalisme kepada mahasiswa.

"Kami ingin disiplin menjadi kebiasaan, tanggung jawab menjadi kesadaran, dan profesionalisme menjadi identitas lulusan Politeknik Mulia Rokan," ujarnya.

Sekretaris Yayasan Politeknik Mulia Rokan, Prof Junaidi menambahkan, bahwa gagasan pendirian kampus tersebut lahir dari diskusi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Karmila Sari, dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, Politeknik Mulia Rokan didirikan untuk menjawab kebutuhan pendidikan dan tenaga kerja di daerah.

Untuk sementara, kegiatan perkuliahan direncanakan berlangsung di kawasan kompleks Bank Mandiri Ujung Tanjung, sembari pembangunan gedung permanen dilaksanakan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Syamsul yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan kampus tersebut.