"Kami ingin Politeknik Mulia Rokan hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi masyarakat. Harapannya, anak-anak Rokan Hilir tidak lagi menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku dalam industri perkebunan dan migas," katanya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Nopriadi menyambut baik kehadiran Politeknik Mulia Rokan. Ia memberikan apresiasi kepada Yayasan Rokan Jaya Bermarwah serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian perguruan tinggi tersebut.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menghadapi transformasi ekonomi karena mampu menghasilkan SDM yang memiliki keterampilan terapan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

LLDIKTI Wilayah XVII, lanjutnya, akan terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan agar penyelenggaraan perguruan tinggi memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara kampus, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri agar program pendidikan benar-benar terhubung dengan kebutuhan lapangan kerja.

Dukungan terhadap pendirian Politeknik Mulia Rokan juga disampaikan Pemerintah Provinsi Riau, Plt Gubernur Riau SF. Hariyanto yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pendirian perguruan tinggi tersebut.

Ia menilai kehadiran Politeknik Mulia Rokan menjadi salah satu jawaban atas tantangan peningkatan kualitas SDM di tengah besarnya potensi sumber daya alam Riau.

Menurutnya, setiap tahun terdapat sekitar 125 ribu lulusan SMA dan sederajat di Riau. Kondisi tersebut membutuhkan semakin banyak pilihan pendidikan tinggi agar generasi muda memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, katanya, terus berupaya menyediakan berbagai program beasiswa, baik bagi peserta didik berprestasi maupun masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, Bistamam menegaskan bahwa pembangunan Politeknik Mulia Rokan merupakan langkah awal dalam membangun masa depan SDM daerah.

Ia berharap kampus tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi berkualitas dengan tenaga pengajar kompeten, kurikulum sesuai kebutuhan industri, dan fasilitas pendidikan memadai.

Bistamam juga meminta agar program studi dan pembelajaran terus diarahkan pada kebutuhan sektor industri, pertanian, perkebunan, perikanan, teknologi, serta perminyakan.

"Kita ingin anak-anak Rokan Hilir memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus selalu meninggalkan daerahnya. Mereka harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya," tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan Politeknik Mulia Rokan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Riau Ali Rahmat Harahap dan Darmalis, unsur DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Dandim 0321 Rokan Hilir Letkol Inf M. Ricky Prawiratama Putra Prima Abdul Gafar Akbar, Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, serta Danyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau wilayah Rokan Hilir AKBP Epadhoni Lilik Pamungkas.

Hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri Rokan Hilir, Sekretaris Daerah Rokan Hilir Sarman Syahroni, jajaran asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para rektor, pimpinan perusahaan, tokoh masyarakat, serta unsur dunia pendidikan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada 170 anak yatim, penyerahan penghargaan, serta pengguntingan pita sebagai bagian dari rangkaian peresmian dan dimulainya kegiatan pendidikan Politeknik Mulia Rokan.