Peserta didik, kata dia, akan memperoleh pendidikan dengan pola berasrama dan dukungan kebutuhan dasar, sementara keluarga mendapatkan intervensi sosial sesuai kondisi masing-masing.
Intervensi tersebut dapat berupa bantuan bagi orang tua yang tidak bekerja, pemberdayaan ekonomi, perbaikan rumah tidak layak huni, serta pendampingan bagi keluarga yang memiliki lansia dan penyandang disabilitas.
"Anaknya dididik, orang tuanya yang tidak bekerja diberikan bantuan. Kalau rumah orang tuanya tidak layak, ada intervensi untuk perbaikan rumah," ujarnya.
Mahdalena menambahkan, pemerintah juga mulai memikirkan keberlanjutan pendidikan peserta setelah menyelesaikan Sekolah Rakyat, termasuk pemetaan minat dan pilihan perguruan tinggi.
Ia berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait terus mengawal proses pengusulan sehingga Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan dan memberikan akses pendidikan serta dukungan sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Bima.