Memorandum Badr ditandatangani oleh pejabat pertahanan Indonesia, Turkiye, Qatar, dan Pakistan di Doha, Qatar pada Rabu (21/10), sebagaimana pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye.

Wakil Menteri Pertahanan RI Yusuf Jauhari, Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Negara untuk urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saud bin Abdulrahman bin Hasan Al Thani, dan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menjadi penandatangan kesepakatan tersebut.

Kesepakatan badr, yang berarti "bulan purnama", ditujukan untuk mendorong kerja sama dalam produksi militer, penguatan kapabilitas militer, dan dukungan kolaborasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengembangan militer teknis.