Hamka meminta KNKT menginvestigasi kemungkinan pergeseran kendaraan, efektivitas pengikatan muatan, keputusan nakhoda menghadapi cuaca buruk, fungsi alarm dan alat komunikasi darurat, serta proses pemeriksaan dan penerbitan SPB.

"Hasil investigasi KNKT tidak boleh berhenti sebagai laporan administratif. Setiap rekomendasi harus memiliki batas waktu pelaksanaan, diumumkan tindak lanjutnya, serta diawasi oleh Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI. Jangan menunggu jatuhnya korban berikutnya untuk melakukan pembenahan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, cuaca dan gelombang tinggi menjadi salah satu alasan kendala evakuasi para korban Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik pada Minggu (13/9). Selain itu, sejumlah penumpang yang dievakuasi menggunakan kapal besar perlu ditransfer lebih dulu ke kapal-kapal yang lebih kecil dan bisa bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Upaya evakuasi korban terbaliknya KM Virgo Transport 8 terus dilakukan secara maraton. Sebanyak 22 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pada Selasa (15/9/2026), hingga sekitar pukul 10.30 Wita, seluruh korban yang dievakuasi KRI Nala tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.