Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi ujian, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan menghadapi berbagai persoalan nyata dalam kehidupan.

β€œKurikulum kita banyak dipersiapkan untuk menjawab soal ujian, tetapi belum cukup dipersiapkan untuk menghadapi soal kehidupan,” katanya menegaskan.

Syahrul Aidi juga mendorong mahasiswa untuk berani memulai usaha sejak kuliah. Ia mengaku banyak menemukan orang-orang sukses yang telah merintis usaha ketika masih menjadi mahasiswa.

β€œSaya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah. Karena itu, jangan takut untuk memulai,” ujarnya.

Ia kemudian memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk ikut menjadi penghubung antara kelompok masyarakat yang memiliki sumber daya dan mereka yang membutuhkan akses terhadap sumber daya tersebut.

β€œCoba pertemukan orang-orang yang memiliki sumber daya dengan mereka yang membutuhkan. Di situlah mahasiswa bisa mengambil peran,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan kelembagaan bagi kelompok usaha, terutama bagi mahasiswa dan masyarakat yang baru memulai usaha.

Menurutnya, kelembagaan menjadi salah satu kunci agar kelompok usaha lebih mudah mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta akses terhadap berbagai program pemerintah.