Layanan tersebut dikembangkan untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Uji coba ini juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan layanan secara menyeluruh, meliputi aspek operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, serta kesiapan pelayanan dari titik asal hingga tujuan.

“Tahap uji coba penting untuk memastikan setiap proses dapat berjalan sesuai kebutuhan operasional. Kami ingin layanan ini dipersiapkan dengan baik, mulai dari pemuatan di daerah produksi, perjalanan kereta api, hingga komoditas tiba di wilayah tujuan,” kata Anne.

Disiapkan Beroperasi Reguler Mulai November 2026

Pengembangan angkutan tersebut merupakan kelanjutan dari persiapan layanan pengiriman hasil bumi berupa sayur dan buah, pangan, hasil ternak berupa sapi hidup, serta berbagai komoditas pendukung dengan relasi Banyuwangi–Jakarta pulang-pergi.

Layanan direncanakan mulai beroperasi secara reguler pada November 2026. Pengembangan layanan tersebut direncanakan berlangsung hingga Desember 2030 dengan rencana angkutan mencapai 84.200 gerbong datar selama periode kerja sama.

Untuk mendukung operasional, tengah dipersiapkan area muat di empat stasiun strategis, yakni Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.