“Pertumbuhan 16,48 persen memberi sinyal bahwa kereta api memiliki ruang yang semakin besar dalam rantai distribusi komoditas perkebunan, terutama untuk arus barang dengan volume dan pola pengiriman yang konsisten,” ujar Anne.

Perkembangan itu terjadi ketika aktivitas sektor pertanian nasional juga bergerak positif. BPS mencatat lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 12,26 persen secara kuartalan pada Triwulan II 2026, tertinggi di antara lapangan usaha pada periode tersebut. Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor Indonesia selama Januari–Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, naik 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas naik 5,48 persen menjadi US$185,63 miliar. Pergerakan produksi dan perdagangan tersebut membutuhkan jaringan distribusi yang mampu membawa barang dari sentra produksi menuju kawasan pengolahan, pergudangan, pelabuhan, maupun pasar tujuan.