Kereta api memiliki karakter angkutan massal yang sesuai bagi komoditas dengan volume besar dan perjalanan berulang. Pada koridor yang sesuai, rel dapat mengambil porsi perjalanan utama, sedangkan moda jalan menjalankan pengangkutan pada bagian awal dan akhir distribusi. Pola tersebut memberi pilihan bagi pemilik barang untuk menyusun rantai pasok sesuai volume, jarak, dan kebutuhan waktu pengiriman.
KAI terus memetakan potensi komoditas daerah, pola produksi, asal-tujuan barang, serta kesiapan terminal agar kapasitas jaringan rel dapat digunakan secara lebih optimal. Fokusnya diarahkan pada arus komoditas yang memiliki kontinuitas dan skala pengiriman yang sesuai dengan karakter kereta barang.
“Bagi KAI, pertumbuhan volume harus berujung pada semakin banyak pilihan distribusi bagi pelaku usaha dan semakin terhubungnya sentra produksi dengan pasar,” tutup Anne.