Penjualan emas memberikan kontribusi sekitar 80% terhadap total penjualan bersih ANTAM pada Semester I-2026 yang mencapai Rp62,71 triliun. Sementara itu, produksi emas dari tambang ANTAM pada periode yang sama tercatat sebesar 433 kg.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya penguatan dan diversifikasi sumber pasokan emas domestik dalam mendukung pertumbuhan bisnis emas ANTAM. Perseroan terus mengoptimalkan sumber bahan baku dari dalam negeri dengan tetap menjaga kualitas produk dan keberlanjutan rantai pasok.

"ANTAM terus memperkuat bisnis emas secara terintegrasi, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan dan pemurnian, manufaktur hingga pemasaran kepada masyarakat. Kami ingin memastikan semakin besarnya kebutuhan emas nasional dapat didukung oleh rantai pasok domestik yang kuat sehingga manfaat ekonomi dari sumber daya emas Indonesia dapat semakin optimal dirasakan di dalam negeri," tambah Untung.

Sebagai perusahaan dengan bisnis emas terintegrasi, ANTAM terus memperluas akses masyarakat terhadap produk Logam Mulia melalui pengembangan produk, layanan, kanal distribusi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Ke depan, ANTAM berkomitmen untuk terus meningkatkan penyerapan sumber emas domestik dan memperkuat sinergi dengan para produsen emas nasional. Upaya tersebut merupakan bagian dari peran ANTAM dalam membangun ekosistem emas Indonesia yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir, memperkuat industri bullion nasional, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.