NADIKABAR.COM — Redaksi NadiKabar menggelar Pelatihan Dasar Keselamatan Jurnalis di lapangan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko agar jurnalis tidak menjadi korban saat peliputan di daerah berbahaya.
Direktur SDM dan Teknologi Informasi Redaksi NadiKabar, Rachmat Hidayat di Jakarta, Sabtu, mengatakan hilangnya jurnalis foto Redaksi NadiKabar Muhammad Bagus Khoirunnas bersama empat jurnalis lain dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 pada 7 September 2026 saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh insan jurnalistik di Indonesia, termasuk Redaksi NadiKabar.
"Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat kita semua sebagai pelaku industri media bahwa tidak ada berita seharga nyawa," katanya.
Dia menyebut bahwa jurnalis merupakan garda terdepan dalam peliputan berbagai peristiwa, seperti bencana alam, kerusuhan, hingga konflik, sehingga menjadi profesi yang selalu dihadapkan dengan risiko tinggi.