Dalam acara itu, Abdul Hakin berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah pimpinan media dari negara lain, salah satunya adalah Presiden sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Berita Kyodo, Toshimitsu Sawai dari Jepang.
"Kyodo News secara aktif mendorong penggunaan AI generatif yang aman dan efektif, dengan mempertimbangkan tanggung jawab serta aspek etika kami sebagai sebuah organisasi pemberitaan," kata Toshimitsu saat menyampaikan pidato.
Kantor berita Kyodo, menurut Toshimitsu, sudah membuat aturan penggunaan AI dalam pekerjaan editorial dan menekankan bahwa kewenangan pengambilan keputusan dan tanggung jawab harus tetap berada di tangan manusia.
"Meski begitu, Kyodo saat ini menghadapi tantangan mendesak untuk mendapatkan sumber pendapatan baru karena iuran berlangganan dari media pelanggan terus mengalami penurunan, bahkan penurunan yang cukup tajam dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, kami sedang mengembangkan sejumlah proyek monetisasi untuk mendiversifikasi sumber pendapatan," ungkap dia.
Abdul Hakim juga sempat melakukan pertemuan dengan pemimpin kantor berita Malaysia BERNAMA, Wong Chun Wai pada Jumat (6/11), sehari sebelum upacara pembukaan berlangsung.
Wong berpendapat bahwa negara tidak boleh hanya sekadar menyesuaikan diri dengan perkembangan AI tapi harus memiliki peran yang berarti dalam membentuk arah perkembangannya dan memastikan bahwa bahasa, pengalaman, serta suara masyarakat turut terwakili.
"AI mungkin tidak akan menggantikan wartawan pada umumnya. Namun, wartawan yang gagal menguasai keterampilan AI akan kehilangan pekerjaan mereka, inilah kenyataan yang perlu kita tekankan di ruang redaksi," kata Wong dalam diskusi panel.
Selain itu ia mendorong pengembangan AI multibahasa, melindungi keberagaman budaya, serta memastikan bahwa ruang-ruang redaksi yang lebih kecil tidak tersisih dari transformasi ini.