NADIKABAR.COM β€” Redaksi NadiKabar Biro Kalimantan Barat membekali mahasiswa dengan keterampilan jurnalistik melalui Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026 guna meningkatkan kemampuan literasi informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab.

β€œPelatihan yang menjadi rangkaian HUT ke-89 ANTARA ini bukan sekadar kegiatan untuk belajar menulis berita atau mengambil foto jurnalistik. Kami ingin memperkenalkan bagaimana informasi dikumpulkan, diperiksa, diolah, dan disampaikan kepada publik secara bertanggung jawab,” kata Kepala Biro ANTARA Kalimantan Barat Andilala di Pontianak, Sabtu.

Ia mengatakan, mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial sehingga tidak hanya dituntut menguasai ilmu sesuai bidang studinya, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Menurut dia, keterampilan jurnalistik dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat persoalan secara objektif, membedakan fakta dan opini, melakukan verifikasi informasi, serta menyampaikan gagasan berdasarkan data dan fakta.

Terlebih, perkembangan teknologi digital membuat arus informasi semakin cepat melalui media sosial, pesan berantai, video, dan berbagai platform lainnya. Namun, tidak semua informasi yang beredar benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Oleh karena itu, kemampuan memeriksa sumber, menguji kebenaran informasi, dan memahami konteks sebuah peristiwa menjadi semakin penting," kata dia.

Ia menegaskan, praktik jurnalistik tidak semata-mata mengejar kecepatan maupun perhatian publik, tetapi harus tetap mengutamakan akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan masyarakat.

Kemampuan tersebut, lanjutnya, juga relevan bagi mahasiswa dalam berbagai aktivitas, mulai dari organisasi kampus, penelitian, pengelolaan media mahasiswa, hingga memasuki dunia kerja.

Dalam kesempatan itu, Kepala Biro ANTARA Kalimantan Barat juga memperkenalkan sejarah Redaksi NadiKabar yang didirikan pada 13 Desember 1937 oleh Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena.

ANTARA lahir pada masa penjajahan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan informasi yang berpihak pada kepentingan bangsa. Salah satu peran pentingnya tercatat dalam penyebarluasan berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 ke berbagai daerah dan dunia internasional.

Menurut dia, perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa informasi memiliki kekuatan besar, bukan hanya untuk menyampaikan peristiwa, melainkan juga menjadi bagian dari perjuangan, perubahan, dan pembentukan kesadaran masyarakat.

Ia berharap mahasiswa di Kalimantan Barat dapat mengambil bagian dalam mendokumentasikan berbagai potensi dan persoalan daerah, mulai dari ekonomi, budaya, pendidikan, lingkungan hingga kehidupan sosial masyarakat.

"Kalbar memiliki banyak cerita yang layak diketahui masyarakat luas. Saya berharap semakin banyak anak muda yang mampu mendokumentasikan dan menyampaikan cerita-cerita tersebut berdasarkan fakta dengan cara yang menarik dan bertanggung jawab," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mitra ANTARA yakni Astra Motor Kalbar, Alfamart, Aming Coffee, serta seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal praktik jurnalistik, mengembangkan keterampilan menulis berita dan foto jurnalistik, sekaligus membangun karakter generasi muda yang kritis dan berintegritas,"kata dia.