"Kita harus belajar bagaimana menerjemahkan isu ilmiah banget dari bahasa yang ibaratnya dewa sekali menjadi bahasa bumi. Sebab, apabila terlalu teknis masuk ke jurnal saja, sedangkan yang untuk dibaca orang awam bahasanya harus dipopulerkan," ucap dia.

Ia juga mengemukakan menemukan banyak hasil riset yang menarik dan berpotensi menghadirkan dampak dan manfaat bagi kepentingan publik, karena proses pelaksanaannya melibatkan banyak orang, seperti tentang mitigasi perubahan iklim.

"Nah yang sudah ada hasil nyatanya kenapa tidak dipublikasikan agar menjadi contoh bagi daerah lain," ujarnya.