"Tentu karya-karyanya akan kami jadikan inspirasi. Semua tulisan, foto-foto sebagai bagian dari lomba ini akan kita jadikan semacam inspirasi untuk pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Jika sampai hari ini kita telah mencapai satu kemajuan yang luar biasa dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, salah satu yang turut ambil peran adalah para wartawan," kata dia.
Saifullah menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak istimewa yang berasal dari keluarga prasejahtera, anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus, hingga korban kekerasan yang memerlukan pendekatan pemulihan yang komprehensif.
"Di Sekolah Rakyat ini dari keluarga yang kurang mampu, yang kedua belum pinter. Bahkan sebagian di antaranya bisa jadi anak-anak rentan karena korban kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan seksual. Nah, untuk itulah maka di dalam pengelolaan Sekolah Rakyat itu mengkombinasikan berbagai pendekatan; pendekatan edukasi, pendekatan rehabilitasi, dan pendekatan pemberdayaan," demikian kata Saifullah.