NADIKABAR.COM — Pewarta Lembaga Kantor Berita (LKBN) ANTARA berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus serta satu berupa life achievement dalam ajang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi panjang insan pers dalam mengawal serta mendokumentasikan perjalanan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dalam kategori Video Jurnalistik, Tim Feature ANTARA TV melalui karya berjudul “Meraih Asa” sukses menyabet Juara ke-2.
Sementara pada kategori Foto Jurnalistik, karya Andry Denisah dari ANTARA Biro Sulawesi Tenggara yang berjudul “Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama” juga meraih Juara ke-2, disusul oleh karya Muhammad Iqbal dari redaksi ANTARA Foto Jakarta berjudul “Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat” yang keluar sebagai Juara ke-3.
Puncak apresiasi turut dirasakan dengan diberikannya penghargaan khusus life achievement kepada pewarta foto ANTARA Biro Banten, Muhammad Bagus Khoirunnas, melalui karya foto bertajuk “Cahaya Tawa di Balik Asrama Sekolah Rakyat”, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan konsistensi panjangnya di dunia jurnalistik.
Adapun piala dan sertifikat diberikan secara langsung kepada para pemenang oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers selepas kegiatan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh insan pers yang telah berpartisipasi dan mengiringi perjalanan program Sekolah Rakyat melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif.
"Tentu karya-karyanya akan kami jadikan inspirasi. Semua tulisan, foto-foto sebagai bagian dari lomba ini akan kita jadikan semacam inspirasi untuk pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Jika sampai hari ini kita telah mencapai satu kemajuan yang luar biasa dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, salah satu yang turut ambil peran adalah para wartawan," kata dia.
Saifullah menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak istimewa yang berasal dari keluarga prasejahtera, anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus, hingga korban kekerasan yang memerlukan pendekatan pemulihan yang komprehensif.
"Di Sekolah Rakyat ini dari keluarga yang kurang mampu, yang kedua belum pinter. Bahkan sebagian di antaranya bisa jadi anak-anak rentan karena korban kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan seksual. Nah, untuk itulah maka di dalam pengelolaan Sekolah Rakyat itu mengkombinasikan berbagai pendekatan; pendekatan edukasi, pendekatan rehabilitasi, dan pendekatan pemberdayaan," demikian kata Saifullah.