"Per grup cukup membawa satu apar ukuran 1 kilogram yang telah memenuhi standar. Ketika ada kejadian kebakaran kecil, langsung bisa dilakukan pemadaman awal menggunakan apar tersebut oleh teman-teman guide ataupun porter," terangnya.

Selain kewajiban membawa Apar, para TO juga telah mendirikan Posko Karhutla di pintu masuk pendakian. Mereka juga memasang plang sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan mengenai bahaya potensi karhutla.

"Kami telah membuat plang sosialisasi pencegahan karhutla di beberapa titik strategis, seperti di pintu-pintu masuk pendakian. Kami juga membuat posko karhutla," imbuh Munawir.