"Kita sudah membahas hal ini agar perencanaan dan penganggarannya dapat dipersiapkan, terutama karena sekarang kita memasuki pembahasan APBD 2027," ujar Herman.

Selain menyiapkan pusat komando alternatif, Pemprov Jawa Barat juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mitigasi gempa kepada masyarakat, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Sesar Lembang.

Herman mengatakan kesiapsiagaan warga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko korban ketika terjadi bencana.

"Yang tidak kalah penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Minimal, masyarakat harus mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain di sekitarnya," katanya.