"Untuk mobil truk pada malam hari memang ini harusnya efektif. Bukan hanya soal pengisian BBM, tetapi kalau melihat Perwali Makassar sebelumnya, memang ada pembatasan truk masuk kota mulai pukul 10 malam sampai pagi. Itu harusnya juga diterapkan," jelasnya.
Selain pengaturan kendaraan berat, Rizal menilai peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Makassar juga perlu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi antrean BBM. Menurutnya, opsi penerapan sistem ganjil-genap dapat dipertimbangkan secara bertahap, terutama setelah kondisi antrean dan kemacetan mulai terkendali.
"Peningkatan jumlah kendaraan ini perlu diantisipasi. Semua kendaraan bisa masuk ke Makassar sementara kuotanya bertambah. Untuk mitigasi masalah ini, menurut saya perlu diberlakukan ganjil-genap," ujar Rizal.
Kendati begitu, Rizal menekankan agar penerapan kebijakan tersebut tetap memperhatikan kendaraan yang memiliki fungsi strategis dan pelayanan publik.
"Seperti yang dijelaskan, ganjil-genap ini berlaku untuk angkutan masyarakat umum. Untuk angkutan yang sifatnya strategis, misalnya ambulans, layanan pemerintah, termasuk angkutan umum seperti ojol dan angkutan kota, saya pikir itu perlu dipertimbangkan," paparnya.