NADIKABAR.COM — Pernah merasa kepala penuh dengan berbagai hal sampai susah fokus? Pekerjaan belum selesai, pesan belum dibalas, ada urusan keluarga, ditambah memikirkan apa yang akan terjadi besok.
Dalam kondisi seperti itu, orang mungkin mengatakan, "aduh stres banget nih" atau "Lagi cemas banget." Padahal, belum tentu berarti hal yang sama.
Stres, kecemasan dan sekadar banyak pikiran memang bisa terasa mirip. Ketiganya bahkan dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, sulit tidur, mudah lelah atau merasa tidak tenang.
Namun, ada beberapa perbedaan yang bisa membantu kita memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Pertama, "banyak pikiran" sebenarnya bukan istilah diagnosis medis atau psikologis.
Istilah tersebut lebih sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang sedang memikirkan banyak hal sekaligus. Misalnya, memikirkan pekerjaan yang belum selesai sambil memikirkan kondisi keuangan, hubungan dengan orang lain atau rencana beberapa hari ke depan.
Pikiran seperti itu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Otak memang terus memproses berbagai informasi, termasuk ketika seseorang sedang menghadapi masalah atau harus mengambil keputusan.
Dalam kondisi tertentu, banyak pikiran bisa menjadi bagian dari respons terhadap stres. Ketika sumber masalah selesai atau situasi mulai membaik, pikiran biasanya ikut menjadi lebih tenang.
Jadi, tidak setiap kali seseorang merasa kepalanya penuh berarti sedang mengalami gangguan kecemasan atau masalah kesehatan mental.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stres merupakan kondisi berupa kekhawatiran atau ketegangan mental yang muncul akibat situasi sulit.
Sederhananya, stres biasanya memiliki pemicu yang cukup jelas.
Misalnya, seseorang mendapat tenggat pekerjaan yang sangat dekat, menghadapi ujian, sedang mengalami masalah dengan pasangan, menghadapi persoalan keuangan atau mendapat beban pekerjaan yang terlalu banyak.
Ketika menghadapi situasi tersebut, tubuh dan pikiran dapat ikut bereaksi.
Seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, mengalami sakit kepala, gangguan pencernaan, sulit tidur atau merasa lelah.
Stres sebenarnya tidak selalu buruk. Dalam kadar tertentu, stres dapat membuat seseorang lebih waspada dan terdorong untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Masalahnya muncul ketika stres terlalu berat, berlangsung terlalu lama atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.