NADIKABAR.COM — Sarapan kerap dianggap sekadar rutinitas untuk mengisi tenaga sebelum memulai aktivitas. Padahal, melewatkan makan pagi ternyata tidak hanya membuat perut kosong, tetapi juga dapat mempengaruhi cara tubuh mengatur gula darah sepanjang hari.
Tinjauan sistematis terbaru yang menganalisis puluhan penelitian menemukan adanya kaitan tim redaksi kebiasaan skip sarapan dan gangguan kontrol glukosa. Saat sarapan dilewatkan, tubuh tetap harus menjaga pasokan energi sehingga perubahan hormon dan metabolisme dapat terjadi.
melewatkan makan pagi bukan hanya soal rasa lapar. Kondisi ini berpotensi membuat respons gula darah setelah makan berikutnya menjadi lebih tinggi, terutama pada orang dengan diabetes tipe 2.
Lantas, apa saja perubahan yang bisa terjadi pada gula darah ketika seseorang terlalu sering melewatkan sarapan? Berikut lima dampaknya yang menarik diketahui, terutama bagi mereka yang terbiasa memulai hari hanya dengan kopi atau langsung menunggu hingga waktu makan siang.
Sebagian orang mungkin merasa tetap fokus ketika tidak sarapan. Namun, energi bisa menurun setelah beberapa waktu dan menimbulkan rasa lelah.
Pada pagi hari, hormon kortisol berada pada tingkat lebih tinggi. Hormon ini dapat membantu meningkatkan gula darah dan menjaga tubuh tetap waspada.
Ketika kadar kortisol mulai menurun, energi juga dapat ikut berubah. Kondisi tersebut bisa membuat seseorang merasa lemas sebelum waktu makan berikutnya.