Melewatkan sarapan dapat membuat gula darah melonjak lebih tinggi setelah makan berikutnya. Kondisi ini berkaitan dengan respons tubuh terhadap karbohidrat.

Tubuh memiliki efek bernama second meal effect. Sarapan membantu tubuh memproses gula pada waktu makan berikutnya dengan lebih baik.

Jika sarapan dilewati, manfaat tersebut bisa berkurang. Akibatnya, tubuh dapat mengalami respons gula darah yang lebih tinggi setelah makan siang.

Saat pagi, hati secara alami melepaskan cadangan glukosa untuk menyediakan energi. Proses ini tetap berlangsung ketika seseorang belum makan.

Tanpa asupan makanan, pelepasan glukosa dari hati dapat berlangsung lebih lama. Kondisi ini bisa membuat gula darah tetap tinggi hingga pertengahan pagi.

Kadar insulin yang rendah saat berpuasa turut berperan dalam proses tersebut. Dampaknya dapat lebih terasa pada orang yang mengalami resistensi insulin.