Untuk mengurangi keluhan, pengguna dapat menerapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik.

2. Sakit kepala dan ketegangan pada mata

Mata yang terus bekerja untuk mempertahankan fokus pada layar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang kemudian disertai sakit kepala. Kondisi ini dapat semakin terasa ketika seseorang menggunakan ponsel dalam waktu lama, melihat layar dari jarak terlalu dekat, atau berada di ruangan dengan pencahayaan yang kurang sesuai.

Keluhan digital eye strain juga dapat berupa mata terasa tegang, sensitif terhadap cahaya, sulit mempertahankan fokus, hingga pandangan kabur. Karena itu, mengurangi durasi menatap layar dan memberikan waktu istirahat bagi mata menjadi bagian penting untuk mencegah keluhan berulang.

Kebiasaan menggunakan ponsel sambil menundukkan kepala dalam waktu lama dapat membuat otot leher dan bahu bekerja dalam posisi yang tidak ideal. Jika dilakukan berulang, kondisi tersebut dapat memicu rasa kaku atau nyeri pada leher, bahu hingga punggung.

Risiko tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan duduk terlalu lama. WHO memasukkan penggunaan layar untuk pekerjaan, pendidikan dan rekreasi sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya perilaku sedentari.

Kebiasaan menggunakan ponsel menjelang tidur dapat membuat waktu tidur tertunda dan berpotensi mengganggu kualitas tidur. Penggunaan perangkat sebelum tidur juga dapat membuat seseorang terus terpapar konten yang merangsang perhatian sehingga lebih sulit beralih ke kondisi siap tidur.